// layanan · toko online · checkout siap pakai

Toko online sendiri yang tidak makan komisi marketplace

Katalog, keranjang, pembayaran, ongkir realtime, dan dashboard pesanan — semua di domain Anda sendiri. Berhenti tergantung Shopee / Tokopedia.

tier mulai

Custom / Add-on

harga mulai

Rp 5jt

durasi

3–6 minggu

kategori

build

Marketplace dapat mengenakan komisi, biaya iklan, dan aturan platform yang berubah. Toko online di domain sendiri dapat menyatukan katalog, varian, harga, stok, keranjang, checkout, pembayaran, pilihan pengiriman, dan dashboard pesanan dalam alur yang mengikuti operasi bisnis Anda. Sebelum implementasi, sumber data produk, aturan stok, wilayah pengiriman, kebijakan retur, alur pemenuhan pesanan, akses pelanggan, serta kesiapan provider pembayaran dan logistik perlu dipetakan. Ini pekerjaan Custom/Add-on mulai Rp 5jt; scope, integrasi, harga, timeline, hak data, dan biaya pihak ketiga dikonfirmasi tertulis. Kepemilikan kanal memberi kontrol lebih besar, tetapi trafik, penjualan, margin, dan adopsi pelanggan tidak dijamin.

// kenapa ini penting

Konteks & alasan.

Toko sendiri memberi kontrol lebih besar atas branding, pengalaman pelanggan, katalog, dan data yang dapat dikumpulkan berdasarkan persetujuan serta kebijakan privasi. Kanal ini dapat mengurangi ketergantungan pada algoritma marketplace, tetapi tetap memiliki biaya payment gateway, pengiriman, hosting, pemasaran, dan operasional. Dampaknya pada margin atau omzet bergantung pada trafik, harga, konversi, biaya akuisisi, dan pelaksanaan sehingga tidak ada persentase atau waktu hasil yang dijamin. Jika masalah utama ada pada stok antar-gudang, kebutuhan tersebut dapat memerlukan sistem gudang terpisah.

// yang kamu dapat

Deliverable lengkap.

Katalog produk dengan kategori, varian (warna/ukuran), gambar multi, dan stok per varian
Keranjang belanja dengan diskon, voucher, dan upsell
Checkout pendek (1-2 langkah) untuk mengurangi cart abandonment
Payment gateway: Midtrans / Xendit (transfer, e-wallet, kartu kredit, VA, QRIS)
Ongkir realtime: JNE, J&T, SiCepat, AnterAja, Pos Indonesia, GoSend, GrabExpress
Notifikasi otomatis ke pembeli via email + WhatsApp (status pesanan)
Dashboard admin: kelola produk, pesanan, customer, voucher, dan laporan
Halaman produk dengan review, FAQ, dan related products
Integrasi Google Shopping & Meta Catalog (opsional)
Skema markup Product + Offer untuk rich result di Google
Mobile-first design — pengalaman checkout di HP setara aplikasi
Target performa dan kondisi pengujian sesuai penawaran tertulis
Domain, hosting, SSL, dan maintenance hanya sesuai paket, provider, periode, serta batas tertulis

// proses kerja

Bagaimana kami mengerjakan.

01

Riset Kategori & Customer

Kami pelajari produk, segmen pelanggan, kompetitor, dan ekspektasi UX di niche Anda. Kategorisasi katalog dan filter dirancang sesuai cara pelanggan Anda berpikir, bukan cara internal Anda menyusun gudang.

02

Arsitektur Toko

Sitemap, flow checkout, struktur kategori, dan strategi pricing. Flow upsell, cross-sell, dan email transaksional dapat dirancang untuk mendukung AOV; hasilnya tetap bergantung pada produk, trafik, harga, dan perilaku pelanggan.

03

Build & Integrasi

Koding storefront, dashboard admin, serta integrasi payment gateway, ongkir API, dan notifikasi yang tercantum dalam scope. Transaksi diuji end-to-end pada kondisi uji yang disepakati; layanan pihak ketiga dan pengiriman produksi tetap mengikuti providernya.

04

Migrasi Katalog

Upload produk dari sumber yang dapat diakses (Excel, marketplace export, atau input manual). Jumlah produk, perapian foto/deskripsi, format data, dan estimasi pengerjaan dicantumkan dalam scope tertulis.

05

Launch & Training

Pelatihan tim Anda: cara kelola produk, terima pesanan, cetak resi, dan respon customer. Anda dapat playbook 12-halaman cara handle skenario umum (refund, komplain, retur).

// pendekatan teknis

Cara kerja di balik layar.

Checkout dapat menggunakan form ringkas, autofill, validasi, guest checkout, dan metode pembayaran yang disepakati untuk mengurangi friction. Sinkronisasi stok, callback pembayaran, ongkir, notifikasi, dan CDN bergantung pada arsitektur serta provider dalam scope. Kontrol transaksi dapat mengurangi risiko oversell atau status terlambat, tetapi tidak menjamin bebas kegagalan. Target performa, kapasitas, konsistensi stok, dan kondisi uji hanya mengikat bila tertulis; hasil konversi tidak dijamin.

// cocok untuk

Ideal kalau kamu...

  • Brand fashion, F&B, beauty yang sudah punya pelanggan setia di marketplace
  • Pemilik produk private label yang ingin bangun aset brand sendiri
  • Bisnis yang AOV-nya cukup tinggi sehingga margin marketplace terasa menyakitkan
  • Pelaku retail dengan toko fisik yang mau ekspansi ke online
  • Brand D2C (direct-to-consumer) yang serius bangun database pelanggan

// tidak cocok untuk

Mungkin bukan kamu kalau...

  • ×Reseller dropship tanpa brand sendiri — marketplace lebih efisien
  • ×Bisnis dengan <5 produk dan order sangat jarang — landing page WA cukup
  • ×Bisnis B2B dengan negosiasi harga — pakai katalog tanpa checkout
  • ×Yang berat justru stok dan pembukuan gudang, bukan etalasenya — lihat [sistem operasional internal](/sistem)

// contoh nyata

Sambel Mbok Wati — Brand UMKM Solo

Sambel Mbok Wati di Solo awalnya hanya jualan via Shopee dan WA grup pelanggan. Saat marketplace naikkan biaya admin, margin per botol turun dari Rp 8.000 jadi Rp 5.500. Kami bangun toko online dengan checkout cepat, integrasi Midtrans untuk transfer/QRIS/e-wallet, ongkir realtime, dan paket bundle (3 botol gratis ongkir Jabodetabek). Mereka pasang Pixel Meta dan retarget pengunjung yang tidak checkout. Dalam 3 bulan, 38% omzet pindah ke toko sendiri. Margin per botol kembali normal, dan basis pelanggan UMKM kuliner ini punya 1.247 email yang bisa di-email setiap launch varian baru.

outcome

38% omzet pindah ke toko sendiri, margin per produk naik 32%, database 1.247 pelanggan aktif

// faq · toko online / e-commerce

Pertanyaan umum.

Apa beda toko sendiri dengan marketplace?

Marketplace membawa ekosistem dan aturannya sendiri. Toko di domain Anda memberi kontrol lebih besar atas branding dan data yang dikumpulkan secara sah, tetapi margin, trafik, kepemilikan kode, lisensi, dan layanan pihak ketiga tetap mengikuti scope serta ketentuan tertulis.

Berapa biaya transaksi payment gateway?

Biaya berbeda menurut provider, metode pembayaran, pajak, dan kebijakan saat transaksi. Tarif final harus diperiksa langsung pada provider yang dipilih dan bukan bagian dari harga pengembangan kecuali tertulis.

Bagaimana kalau stok di toko dan offline tidak sinkron?

Kami bisa integrasi dengan POS Anda (Moka, Pawoon, atau custom) supaya stok update realtime. Kalau belum punya POS, kami sediakan dashboard untuk update stok manual yang mudah dipakai.

Apakah pembeli harus daftar dulu sebelum checkout?

Tidak. Kami selalu enable guest checkout — pembeli cukup isi alamat dan bayar. Akun opsional dibuat otomatis dari email mereka untuk tracking pesanan, tapi tidak memaksa daftar di awal.

Bisakah toko saya sekaligus tampil di Google Shopping?

Setup Merchant Center, feed produk, dan kampanye Shopping dapat dimasukkan dalam scope. Persetujuan akun, kelayakan produk, penayangan, posisi, dan hasil kampanye mengikuti kebijakan Google dan tidak dijamin.

Bagaimana cara handle retur dan refund?

Dashboard admin punya menu khusus retur — pembeli ajukan, admin approve, lalu refund di-trigger ke payment gateway. Kami bantu setup kebijakan retur Anda di halaman terpisah yang mudah ditemukan.

Apakah saya bisa pasang voucher dan flash sale?

Iya. Sistem voucher mendukung kode unik, persentase atau nominal, minimum pembelian, batasan produk/kategori, dan masa berlaku. Flash sale dengan countdown timer juga bisa di-jadwalkan.

// siap mulai?

Buat Website untuk Bisnismu
Sekarang Juga!

Konsultasi gratis via WhatsApp. Kami review kebutuhan kamu, kasih estimasi waktu & harga, lalu mulai bareng tanpa drama.

Layanan pada halaman ini mulai Rp 5jt; scope dan harga final dikonfirmasi tertulis.

→ Lihat contoh karya kamiSyarat & Ketentuan