// studi kasus · 4 klien anonim

Bukan template, pola pengerjaan nyata

Setiap studi kasus di bawah adalah klien nyata Webiti yang identitasnya disamarkan atas permintaan. Metrik dilaporkan sebagai capaian aktual dengan baseline jujur — bukan angka yang kami karang. Kalau ingin URL live referensi spesifik, kontak via WA dan kami mintakan izin per kasus.

Halaman studi kasus ini awalnya hanya bookmark internal — folder di Notion tempat kami menyimpan baseline angka klien supaya bisa mengukur progress. Kami publikasikan ke publik setelah menyadari satu hal: calon klien yang sedang membandingkan studio jarang dapat dokumentasi sejujur ini. Mayoritas portfolio agency berhenti di screenshot Behance — tampilan yang cantik, tapi tidak ada cerita bagaimana websitenya bekerja setelah launch. Studi kasus di sini menjawab pertanyaan yang lebih penting: setelah launch, apa yang berubah secara terukur?

Empat industri yang ditampilkan — klinik kesehatan di Madiun, pesantren di Jombang, konveksi yang melayani 7 provinsi, dan hotel boutique di Solo — sengaja dipilih karena berbeda karakter. Tapi setelah dua tahun pendampingan, kami melihat pola yang berulang di semuanya: bottleneck konversi jarang ada di tampilan website. Yang sering bermasalah adalah kejelasan value proposition di hero, struktur informasi yang mengasumsikan pengunjung sudah tahu konteks bisnis, dan call-to-action yang menggiring ke saluran yang salah. Klinik Madiun booking-nya naik 3x bukan karena desain fancy — karena form booking dipindah dari halaman ke-3 ke hero halaman utama, dan disambungkan ke WhatsApp Business yang dijawab dalam 5 menit. Hotel Solo lepas dari ketergantungan OTA bukan karena fitur baru — karena halaman direct-booking dirancang ulang dengan paket yang tidak bisa ditawarkan OTA (early check-in, breakfast gratis untuk 2 orang).

Setiap metrik di halaman ini dilaporkan dengan baseline lengkap: angka sebelum dan sesudah, periode pengukuran, dan sumber data (GA4, WhatsApp Business analytics, PMS hotel). Kami juga jujur mencantumkan caveat — misalnya kalau angka konveksi adalah gabungan estimasi dari beberapa channel, atau kalau periode pengukuran masih pendek (3 bulan, bukan 12). Transparansi ini kami pilih karena dua alasan praktis: calon klien yang ingin membandingkan harus bisa mengukur ekspektasinya secara realistis, dan klien-klien yang identitasnya disamarkan ingin yakin angkanya tidak dilebih-lebihkan menjadi cerita yang tidak mereka kenali. Studi kasus yang jujur bertahan lebih lama daripada studi kasus yang bombastis.

Klinik Kecantikan

Madiun · Tier pro

Klinik Kecantikan Madiun — Booking Online Naik 3x

Bagaimana klinik kecantikan Madiun memangkas no-show 60% dan tripling booking online setelah migrasi dari Instagram-only ke website + WA terintegrasi.

// outcome ringkas

  • Jumlah booking per bulan: ~45 (estimasi dari DM IG & WA)~140 (tracked via WA Business)
  • Rasio no-show: ~35% (estimasi front desk)~14%

baca studi lengkap →

Pesantren

Jombang · Tier pro

Pesantren Jombang — Pendaftaran Santri Naik 40% via Website

Pesantren menengah Jombang ganti formulir kertas dengan pendaftaran online + landing wali santri. Hasil: registrasi PSB +40%, admin lebih ringan.

// outcome ringkas

  • Pendaftaran PSB (periode tahunan): ~210 pendaftar~295 pendaftar (+40%)
  • Asal pendaftar luar Jawa Timur: ~8%~24%

baca studi lengkap →

Konveksi / UMKM Fashion

Madiun · Tier business

Konveksi Madiun — Order Reseller Luar Pulau Naik via Website

Workshop konveksi UMKM Madiun pasang portfolio + katalog dan tarik reseller dari 7 provinsi dalam 6 bulan via konten + SEO lokal.

// outcome ringkas

  • Asal geografis klien aktif: Madiun-Karesidenan (95%)7 provinsi (Jatim, Jateng, DIY, Jabar, DKI, Bali, Sumut)
  • Volume produksi bulanan: ~1800 pcs/bulan~2700 pcs/bulan (~+50%)

baca studi lengkap →

Hotel Heritage / Boutique

Solo · Tier pro

Hotel Heritage Solo — Direct Booking Bypass OTA

Boutique hotel heritage Solo turunkan ketergantungan OTA dari 92% ke 64% dalam setahun via direct booking. Komisi hemat = budget renovasi 1 kamar.

// outcome ringkas

  • Persen booking via direct channel: ~8%~36% (12 bulan setelah tayang)
  • Komisi OTA per bulan: ~Rp 28 juta~Rp 17 juta

baca studi lengkap →

// metode pelaporan

Kenapa metrik kami transparan

Banyak studi kasus agensi melaporkan angka tanpa konteks: “naik 500%” tanpa baseline, “ROI 10x” tanpa rentang waktu, atau “tripling traffic” dari basis nol. Angka-angka itu secara teknis benar tapi menyesatkan untuk pembaca yang ingin mengukur ekspektasi realistis.

Setiap studi kasus di sini melaporkan baseline → hasil dengan satuan, periode pengukuran yang jelas, dan catatan bila angka adalah hasil tracked vs estimasi. Beberapa metrik dilaporkan sebagai rentang bila kami gabungkan pengalaman dari beberapa proyek serupa — supaya tidak menjadi klaim spesifik untuk satu klien yang identitasnya disamarkan.

Yang konsisten di semua kasus: baseline dilaporkan (bukan disembunyikan), periode pengukuran disebut, dan angka diambil dari tooling yang bisa diverifikasi (GA4, WA Business, PMS hotel) — bukan estimasi yang tidak bisa ditelusuri.

// siap mulai?

Buat Website untuk Bisnismu
Sekarang Juga!

Konsultasi gratis via WhatsApp. Kami review kebutuhan kamu, kasih estimasi waktu & harga, lalu mulai bareng tanpa drama.

→ Lihat contoh karya kami