Halaman studi kasus ini awalnya hanya bookmark internal — folder di Notion tempat kami menyimpan baseline angka klien supaya bisa mengukur progress. Kami publikasikan ke publik setelah menyadari satu hal: calon klien yang sedang membandingkan studio jarang dapat dokumentasi sejujur ini. Mayoritas portfolio agency berhenti di screenshot Behance — tampilan yang cantik, tapi tidak ada cerita bagaimana websitenya bekerja setelah launch. Studi kasus di sini menjawab pertanyaan yang lebih penting: setelah launch, apa yang berubah secara terukur?
Empat industri yang ditampilkan — klinik kesehatan di Madiun, pesantren di Jombang, konveksi yang melayani 7 provinsi, dan hotel boutique di Solo — sengaja dipilih karena berbeda karakter. Tapi setelah dua tahun pendampingan, kami melihat pola yang berulang di semuanya: bottleneck konversi jarang ada di tampilan website. Yang sering bermasalah adalah kejelasan value proposition di hero, struktur informasi yang mengasumsikan pengunjung sudah tahu konteks bisnis, dan call-to-action yang menggiring ke saluran yang salah. Klinik Madiun booking-nya naik 3x bukan karena desain fancy — karena form booking dipindah dari halaman ke-3 ke hero halaman utama, dan disambungkan ke WhatsApp Business yang dijawab dalam 5 menit. Hotel Solo lepas dari ketergantungan OTA bukan karena fitur baru — karena halaman direct-booking dirancang ulang dengan paket yang tidak bisa ditawarkan OTA (early check-in, breakfast gratis untuk 2 orang).
Setiap metrik di halaman ini dilaporkan dengan baseline lengkap: angka sebelum dan sesudah, periode pengukuran, dan sumber data (GA4, WhatsApp Business analytics, PMS hotel). Kami juga jujur mencantumkan caveat — misalnya kalau angka konveksi adalah gabungan estimasi dari beberapa channel, atau kalau periode pengukuran masih pendek (3 bulan, bukan 12). Transparansi ini kami pilih karena dua alasan praktis: calon klien yang ingin membandingkan harus bisa mengukur ekspektasinya secara realistis, dan klien-klien yang identitasnya disamarkan ingin yakin angkanya tidak dilebih-lebihkan menjadi cerita yang tidak mereka kenali. Studi kasus yang jujur bertahan lebih lama daripada studi kasus yang bombastis.